Diduga Berpihak Membuat Tuntutan,Kinerja JPU Kejari Gunungsitoli Diragukan

0
93

Potretindonesianew.com GUNUNGSITOLI |||
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunungsitoli, Arfan Charles Pandingan SH,MH, diduga ada keperpihakan terhadap tersangka sebagaimana nota tuntutan yang dibacakan Selasa (22/2/2022) di Pengadilan Negeri Gunungsitoli atas kasus penganiayaan antara Aferiaman Ziliwu alis Ama Iper dan Amati Ziliwu alias Ama Candra yang keduanya sebagai tersangka dan terdakwa karena perkara sanding.

Demikian disampaikan Aferiaman Ziliwu alias Ama Iper kepada sejumlah wartawan Kamis (24/2/22) saat menggelar Temu Pers di Kantor Elyder dan Rekan Konsultan Hukum yang beralamat di Jalan Selamat No.223-A, Desa Lasara Bahili, Gunungsitoli, Sumatera Utara.

” Saya meragukan serta menduga ada keperpihakan JPU terkait kasus ini ” ucapnya Ama Iper terheran-heran.

Lebih lanjut Ama Iper menuturkan bahwa berdasarkan BAP Penyidik Polres Nias dimana dia disangkakan dengan Pasal 351 Jo. Pasal 55 KUHP yang ancamannya 2 tahun delapan bulan penjara sementara Amati Ziliwu alias Ama Candra beserta anaknya yang kini sedang DPO disangkakan Pasal 170 ayat 1 dengan ancaman 5 tahun enam bulan penjara

” Saya sangat menduga ada kepentingan keperpihakan JPU Kepada Amati Ziliwu alias Ama Candra karena tuntutan yang dibacakan JPU Pak Carles Pandiangan pada Selasa kemarin pada persidangan sama, yaitu tuntutan 1 bulan penjara dikurangi masa tahanan, apakah karena Amati Ziliwu ini ada saudaranya anggota Dewan, sementara pasalnya jelas berbeda ” ucap Ama Iper dengan mata berkaca-kaca menyayangkan penegakan hukum yang hanya tajam kebawah

Sementara itu,Kuasa Hukum Ama Iper, Faoziduhu Ziliwu SH, tidak banyak berkomentar terkait apa yang dirasakan klienya hanya beliau berharap agar Pengadilan Negeri Gunungsitoli yang mengadili kasus ini benar-benar adil dalam menegakan supermasi hukum dan menjunjung tinggi apa nanti yang menjadi putusan Pengadilan Negeri Gunungsitoli

” Aneh, ada apa JPU Membuat tuntutan sama-sama satu bulan penjara,sementara pasal sangkaan berbeda yaitu pasal 351 dan pasal 170 KUHP, kita menduga ada permainan Jaksa Penuntut disini” ucap Fauzi penuh keraguan atas kinerja JPU yang membuat tuntutan tersebut

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari JPU Carles Pandingan SH MH, karena ketika ditemui melalui staf tetap alasan sibuk dan via seluler pun tidak aktif.||| Pz

 

 

 

Editor : Zul

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini