Lokasi jemur bulu ayam T.M membawa Wabah bagi warga dusun 6 desa Helvetia,Kades Iswanto ” Senin saya tutup tidak sesuai baunya masih ada.”

0
208

POTRET INDONESIA NEW.COM.MEDAN.III

Tak menyangka berefek panjang perselisihan antara warga dusun 6 desa helvetia jalan karya 7 posko kecamatan medan sunggal dengan sebuah lokasi pengolahan ataupun penjemuran sisa pemotongan ayam dari tempat pemotongan ayam yang berbentuk bulu ayam dan daging sisa yang melekat di bulu ayam tersebut berbuntut panjang.

Pasalnya saat awak media mendatangi lokasi warga yang tinggal berdekatan dengan lokasi penjemuran bulu ayam tersebut dalam keadaan tampak  mencekam dan terlihat warga dusun 6 sedang berkumpul hendak merapatkan sesuatu keputusan  yang menginginkan lokasi penjemuran bulu ayam tersebut segera ditutup oleh pihak pemerintahan desa.

Dilokasi warga awak media bertemu dan sempat berwawancara dengan beberapa warga yakni minton Pasaribu dan Bapak R Simanungkalit  juga warga lainnya yang merasakan dampak negatip dari adanya penjemuran bulu ayam tersebut.

” Menurut kami bulu ayam yang masih melekat dagingnya adalah limbah dari sisa pemotongan ayam yang didapat si penjemur  itu entah dari mana  dan dijemur dilokasi tempat tinggal kami pak di karya 7 posko ini dan  menimbulkan  bau aroma yang sangat tidak sedap dan berbauh busuk hingga menggangu pernafasan kami pak,,,,” Ujar Bapak R.Simanungkalit dengan tegas. Sabtu , (26/02/2022).

Diketahui dari warga sekitar lokasi penjemuran bulu ayam bahwa pemilik usaha penjemuran bulu ayam itu adalah T.br.Manullang yang juga tinggal disekitar jalan karya 7  lokasi lahan garapan.

Sementara salah satu anak-anak yang diwawancarai merasa resah dalam melaksanakan proses belajar dirumahnya lantaran bau busuk yang menyengat disekitar tempat tinggalnya.

“Kami tak bisa tenang belajar pak dan kepala kami sering pusing dan alami batuk karen menghirup udara yang bau dan menyengat dari lokasi penjemuran bulu ayam itu dan kami mintak jemur bulu ayam itu dihentikan pak .” Ucap beni dan tina  anak kecil usia sekolah yang di wawancarai awak media.

Terkait adanya kabar kegaduhan antara warga posko ujung dengan pengusaha jemur bulu ayam warga menjelaskan,” Kami datang dengan maksud baik untuk meminta penjemuran bulu ayam yang  berbauh busuk itu diberhentikan agar kesehatan kami tidak terganggu namun pemilik usaha malah menantang dengan menjawab ” ini cari makan kami sanggup kalian kasih kami 15 juta perbulan biar kami tutup penjemuran ini “demikianlah jawaban mereka pak kepada kami pak hingga saat itu sempat terjadi kegaduhan antara kami dan keluarga pemilik penjemuran bulu ayam itu,” Jelas Simanungkalit.

Ditanyak hal tanggapan pihak pemerintahan desa helvetia kecamatan medan sunggal Warga menjelaskan uda beberapa kali mendatangin kantor desa yang dipimpin oleh Kades Iswanto.namun warga hanya dijawab dengan kata ” Sabar lah dulu ” Kata Simanungkalit menirukan jawaban Kepala desa.

Dimana disepakati dalam surat perjanjian nanti kita tunggu hasil perjanjian yang sudah dibuat antara pemilik usaha jemur bulu ayam dengan pihak kepala desa yang mana pemilik penjemuran bulu ayam akan menyediakan mesin presh untuk mengeringkan bulu ayam yang dijemur namun alhasil mesin presh uda dibuat bau bulu ayam masih tetap menyengat dan membawa aroma busuk.

Saat dikomfirmasi  oleh awak media melalui Ponselnya Kades desa Helvetia Bapak  Iswanto menjawab dengan tegas akan menutup usaha jemur bulu ayam tersebut karena tidak sesuai dengan perjanjian dan akan mengeluarkan surat dari kepala desa untuk menutup usaha penjemuran bulu ayam tersebut.

“Udah mau ditutup kok itu,nanti senin saya tutup kukasih surat penutupan  karena ngak sesuai aja dan baunya itu masih tetap ada ” Jawab Kades Iswanto dihubungin via WA.Sabtu (26/02/2022).

Warga dusun 6 posko sangat berharap keseriusan pihak pemerintahan desa helvetia dalam mengatasi problem pencemaran lingkungan efek dari usaha jemur bulu ayam yang berbentuk limbah itu agar suasana kondusif tetap ada di dusun 6 Karya 7 ujung Posko.

” Kami warga dusun 6 karya 7 posko desa helvetia kecamatan medan sunggal memintak usaha penjemuran bulu ayam yang ada didusun kami segera ditutup karena sangat mengganggu kesehatan kami serta meresahkan kehidupan kami ” Seru belasan warga dusun 6 posko yang menyuarakan permintaannya melalui wawancara video dihadapan beberapa awak media.* (DS /Tim)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini