Aliansi Warga Bersatu ( AWB ) Melapor ke Kantor Ombudsman Sumut ,Hal Intimidasi atas rumah yang dihuni warga Puluhan Tahun,,

0
379

POTRET INDONESIA NEW.COM MEDAN.III

Merasa  terancam  dengan adanya  penggusuran yang bermotip Penertiban Aset  Perusahaan  sejumlah warga tergabung  dalam Wadah ALIANSI WARGA BERSATU  ( AWB ) yang sudah  puluhan tahun menghuni rumah yang diklaim sebagai Aset  milik PT KAI ,Wargapun datang  mengadu ke kantor Perwakilan Ombudsman Sumatera Utara di Jl. Sei Besitang Kec.MedanPetisah Medan .

Pasalnya, diketahui  dari warga PT.KAI diduga memaksa warga untuk mengosongkan rumah-rumah yang selama ini dihuni oleh warga lewat surat pemberitahuan yang terkesan  tak adil dan merugikan pihak penghuni.

Diketahui dari para warga penghuni bahwa  penggusuran secara sepihak itu dinilai bertentangan dengan hukum dan Hak asasi warga, apalagi warga menduga PT.KAI  tidak memiliki alas hak atas kepemilikan Tanah  tersebut yang berstatus Sertifikat Hak milik  dari Badan Pertanahan Nasional ( BPN) atas rumah-rumah dinas tersebut.

Bahkan terlihat  oleh warga penghuni  dari beberapa rumah yang telah dikosongkan dengan sepihak dan dengan aksi yang menimbulkan kericuhan  malah rumah tersebut  sudah beralih Fungsi menjadi lokasi Komersil.

Adapun kedatangan warga wadah ALIANSI WARGA BERSATU  ( AWB ) yang  diketuai  oleh  Ryborn Siahaan S.Si MM  ke Kantor Perwakilan Ombudsman Sumatera Utara adalah untuk  mengadukan hal tekanan ataupun Intimidasi yang dialami warga  dan berharap Ombudsman  sebagai tempat  mediasi yang  tepat juga seimbang antara  warga penghuni dan Pihak PT.KAI.

” Kami dari ALIANSI WARGA BERSATU  (AWB) Kelurahan Perintis Medan Timur  datang kekantor Ombudsman Perwakilan  Sumut untuk mendapatkan  Solusi  dan perlindungan  hukum  tentang  rumah yang sudah kami huni puluhan tahun di wilayah  yang diklaim Pihak PT.KAI  sebagai Asetnya dan kami berharap ada Solusi dari pihak Ombudsman ” Jelas Ryborn Siahaan.

Kedatangan wadah ALIANSI WARGA BERSATU (AWB) diterima oleh  Kepala Kelompok Asisten Pencegahan  ; Edward Silaban yang dengan antusias mendengarkan semua keluhan dan Intimidasi yang dialami warga penghuni selama dalam proses penggusuran.

Kepada pihak Ombudsman  Ketua AWB Ryborn Siahaan S.Si MM  menyebutkan, para warga yang menghuni rumah dinas tersebut sudah puluhan tahun bahkan ada yang sudah 63 tahun lebih tinggal di rumah tersebut namun saat ini terancam akan digusur secara sepihak dan semena-mena hingga dikhawatirkan akan menimbulkan Kisruh..

“Jika memang rumah-rumah yang diklaim  sebagai Aset  PT.KAI  tersebut  memiliki alas hak yang sah maka kami siap mengosongkannya ,Namun sampai saat ini pihak PT KAI tidak pernah memperlihatkan alas hak yang sah secara hukum sebagai pemilik Tanah dan rumah tersebut. ” Ungkap Ryborn Siahaan.

Lanjut Ryborn kembali,,,” Maka itu saya meminta  guna menghindari Kericuhan dilapangan  , kalau memang  tidak punya alas hak syah secara hukum  janganlah bertindak semena-mena mari hargai hak kami yang sudah puluhan tahun  menjadi penghuni dirumah tersebut ” Terang Ryborn Siahaan dengan tegasnya.

Oleh sebab itu, tambah Rybon, sejumlah warga mendatangi Kantor Perwakilan Ombudsman untuk memediasi masalah ini sekaligus bisa diselesaikan lewat jalur hukum. Kepada Pihak Ombudsman, warga penghuni minta status rumah dinyatakan  bersifat status Quo sembari menunggu keputusan hukum yang jelas dan berkecepatan Hukum yang syah.

“Kami berharap agar Ombudsman bisa memediasi dan menyelesaikan masalah ini lewat jalur hukum. Jika tidak secepatnya tidak diselesaikan lewat jalur hukum, dikhawatirkan akan timbul gesekan di lapangan saat penggusuran,” Tegas  Ryborn memperjelas  maksudnya.

Kepada pihak Ombudsman  ,Ketua ( AWB ) Ryborn SIahaan menerangkan bahwa dalam kurun waktu selama puluhan tahun menghuni rumah-rumah tersebut ,dan para penghuni rumah  pernah membayar PBB, rekening air dan rekening listrik.

Adapun lokasi Rumah-rumah yang terancam digusur dengan alasan  penertiban Aset  tersebut berada di Jl. Prof HM Yamin, Jl. HM Said simpang Jl. Prof HM.Yamin, Jl. Sutomo depan Kampus UHN dan Jl. Perintis Kemerdekaan.yang terdapat.wadah.AWB ada 22 rumah.

Sementara itu, Ketua Kelompok Asisten  Pencegahan Ombudsman  Perwakilan Sumut Edward Silaban meminta agar sejumlah warga membuat surat pengaduan tertulis melalui orang yang diberi kuasa untuk menyelesaikan masalah ini dan dilengkapi dengan bukti-bukti otentik dan dokumen lengkap dari rumah yang dihuni wsrga tersebut.

Setelah laporan pengaduan dari warga diterima maka secepatnya  akan dilakukan bedah laporan ( Bedah Kasus  oleh team Ombudsman) atas laporan warga tersebut  untuk  membuktikan hal-hal mana yang akan di pertanyaan pihak Ombudsman kepada pihak PT.KAI.

Bila beberapa tahapan sudah dilalui oleh warga  maka secepatnya Ombudsman melakukan turun ke lapangan dan mediasi sekaligus menyelesaikan masalah ini,” Jelas  Edward Silaban menanggapi  persoalan  aduan warga penghuni tersebut.

Usai mendapatkan saran dan masukan dari pihak Ombudsman  wargapun segera  mempersiapkan berkas yang  dibutuhkan dalam  proses  yang diarahkan Ombudsman  dan sebelum pulang  warga penghuni  ALIANSI WARGA BERSATU  berphoto bersama  didepan kantor Ombudsman dan berharap Pihak Ombudsman dapat menjadi tempat pengaduan warga guna mencari solusi yang terbaik dari masalah  ini. ( DS / Tim).