Kasus Laka Roda-2 VS TRUCK SAWIT di Kotarih mengundang DUKALARA,,Marsudi ” Ini Perdamaian Bodong mereka lakukan terhadap Istriku “

0
73

POTRET INDONESIA NEW.COM. KOTARIH SERGAI.III.

Peristiwa Kecelakaan lalu lintas yang di alami Puspita Sari Boru Napitupulu (37)  warga Kotarih  yang  terjadi  di desa banjaran Godang kecamatan Kotarih kabupaten Serdang bedagai pada pukul 05.30 Wib pagi hari,pada (06/03/2022) yang lalu dengan mengendarai sepeda motor BK 3887 MX yang hancur akibat tertabrak truck Mitsubishi BK 9281 CM ,dimana  korban mengalami Luka parah yang serius di bagian kepala,kaki dan jari kelingking.

Saat kecelakaan  itu kepala  korban  mengalami pendarahan di otak kiri sehingga mengalami lupa ingatan,kaki di bagian dungkul batok pecah hingga tidak bisa berjalan dan jari kelingking patah di atas engsel sehingga jari juga tidak berfungsi.

Setelah 2 minggu di rawat di rumah sakit Grand Medistra lubuk pakam yang di biayai oleh jasa raharja,keluarga menyarankan agar bisa di bawa pulang dan pengobatan bisa di lanjutkan di rumah dengan kesepakatan perdamaian yang di buat oleh Julasman Sitepu yang diketahui sebagai pelaku penabrak korban.

Adapun alur cerita  dari  korban  bahwa  pihak penanggung jawab pemilik mobil truck Mitsubishi engkel BK 9281 CM yang menabrak korban menyarankan dan membuat surat perdamaian dengan point-point sebagai perjanjian dan kesepakatan perdamaian agar mobil truck engkel dan sepeda motor bisa di keluarkan dari pos sat lantas Dolok Masihul Serdang Bedagai sebagai persyaratan.

Tertera point-point kesepakatan petdamaian antara lain seperti,
1.Pihak I (Pertama) bersedia berikan perbaikan sepeda motor Zupiter MX milik korban
2. Pihak I (pertama) bersedia memberikan biaya tambahan berobat korban sampai sembuh di luar tanggungan jasa raharja dan BPJS
3.Pihak I (Pertama) bersedia memberikan ganti rugi handpone korban.
4.Pihak I (Pertama) bersedia mengganti rugi belanjaan pihak korban.
5.Pihak I (Pertama) bersedia memberikan biaya upah-upah semangat untuk korban
6.Pihak I (Pertama) akan memberikan dana yang dikomulatifkan sesuai point 1,2,3,4,5 sebesar tanpa terbilang………

Namun hingga saat ini pihak korban tanpa di berikan apapun hingga detik ini, sebagai perjanjian kesepakatan perdamaian yang tertulis di dalam point-point perdamaian tersebut.Sudah hampir 2 minggu korban dirumah tetapi dari pihak yang bertanggung jawab dan pihak Julasman Sitepu sama sekali tidak menunjukan itikad baik sesuai dalam perjanjian dan kesepakatan yang telah tertulis sehingga terjadi kata sepakat perdamaian.

Kehadiran pihak pelaku atas nama Julasman Sitepu alamat dusun I désa rubun dunia kêcamatan Kotarih kabupaten sergai dan seorang kepercayaan pemilik mobil truck mitsubishi engkel BK 9281 CM datang pada Minggu malam tanggal 27/3/2022 dan Selasa pada (29/3/2022) hanya mengatakan untuk menyicil biaya pengobatan seperti membayar hutang di kedai kelontong.

Pemilik mobil truck Mitsubishi engkel BK 9281 CM yang di ketahui di miliki oleh MP atau yang disapa pak Ucok yang juga anggota DPRD Deli Serdang dari fraksi golkar juga belum pernah melihat korban,hanya melalui orang kepercayaan yang selalu datang dan memberikan iming-iming penyemangat untuk sembuh dan melakukan perdamaian.

Julasman Sitepu yang bertempat tinggal di desa rubun dunia yang membawa mobil Truck BK 9281 CM juga tidak ada itikad baik tanpa bertanya dan menanyakan ke pihak keluarga untuk meneruskan poin-point yang ada dalam surat perdamaian tersebut.Seperti hanya menganggap nyawa korban seperti nyawa ikan asin yang tak berharga.terkesan  Julasman Sitepu juga mengelak dari point-point kesepakatan perjanjian perdamaian yang di buatnya dan di tanda tanganinya.

Marsudi ,suami korban saat di konfirmasi awak media mengatakan.

“Awalnya baik-baik saja saat masih di rumah sakit,setelah mereka mengajukan perdamaian dengan point-point yang di sepakati di atas surat pihak Julasman tidak mau mengobati sampai sembuh yang sesuai dengan kesepakatan perdamaian yang tertulis.” Jelas Imar.

lanjut Marsudi kembali,,,”Namun yang sangat aneh bagi saya sebagai suami korban saya tidak ada menanda tangani surat perdamaian tersebut yang bernotabene sebagai saksi.” Ungkapnya.

Seiring dengan berselangnya  waktu semuanya berubah tanpa tanggung jawab pengobatan sampai sembuh dari pihak Julasman sitepu,dan saat saya pertanyakan hal tersebut  kita  hanya  di bola-bola dengan berbagai alasan yang lain-lain.

“Menurut saya,ini perdamaian bodong yang mereka lakukan terhadap istri saya tanpa ada tanda tangan saksi dan kepala desa” tegasnya.

Diketahui dari  pihak korban akan terus mencari keadilan untuk hal ini,dan Julasman Sitepu serta berapa orang kepercayaan itu juga harus mempertanggung jawabkan permasalahan ini yang dduga  menciptakan perdamaian bodong dan bohong tersebut.” Pungkas  Marsudi mengakhiri penjelasannya. ( DS / Tim)