Sejumlah Wartawan diancam saat Konfirmasi di BBPPTP,,Lamsiang Sitompul SH.MH ” Laporkan Ke Polisi “,,

0
109

POTRET INDONESIA NEW.COM MEDAN.III

Pelaksanaan Undang-undang Republik Indonesia  nomor .40 tahun 1999 tentang PERS pada  ayat 1 -3 tercantum suatu Makna yang berisi,,Untuk  Menjamin Kemerdekaan PERS , PERS Nasional  mempunyai Hak mencari, memperoleh, menyebarluaskan gagasan dan informasi “.

Namun apa yang  sering  terjadi saat ini Kembali Orang PERS  yan bIasa disebut “Wartawan ” terdiari Wartawan beberapa Media yang diketahui  bernama: Ali, harianto siahaan, frans siregar, Edison, dan Anna Manalu mengalami Intimidasi dan Ancaman saat melakukan Konfirmasi yakni di Kantor Balai Besar Pembenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Medan Sumatera Utara,Pada (07/04/2022)

Kejadian tersebut bermula pada saat para awak media yang berniat melakukan konfirmasi (07/04/2022) ke Kantor Balai  Besar  Pembenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan ( BPPPTP) Jl. Asrama Medan Sumatera Utara, namun tidak berhasil menemui kepala Balai tersebut.

Diketahui menurut keterangan salah seorang security di Balai Pembenihan tersebut Insial ES mengatakan, bahwa kepala Balai tersebut sedang berada di luar kantor Balai Perkebunan Pembenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan ( BBPPTP) Medan.

Mengetahui hal itu bahwa Kepala Balai tidak bisa di konfirmasi, guna mendapatkan kepastian  para awak media menanyakan kapan mereka bisa bertemu dengan Kepala Balai Pembenihan atau nomor HP yang bisa mereka hubungi untuk konfirmasi.

Para security tampak marah dan salah seorang security ES mengatakan agar wartawan membuat surat permohonan terlebih dahulu ke kantor Balai pembenihan apabila ingin melakukan peliputan dan konfirmasi di kantor tersebut.

Setelah mendapatkan jawaban dan Izin dari kantor Balai, baru wartawan dapat melakukan konfirmasi dan peliputan di Kantor Balai Pembenihan tersebut, jawab Security Balai Pembenihan tersebut. Demikian lah maksud si Petugas security Balai benih yang terkesan menghalangi  tugas investigasi  wartawan guna mendapatkan Informasi  bagi kepentingan Publik.

Mendengar jawaban dari security kantor tersebut, pihak awak media sangat terkejut dan kecewa terhadap adanya peraturan sepihak kantor Balai tersebut yang terkesan  seakan-akan kantor balai perkebunan pembenihan tersebut tidak boleh di masuki Wartawan, padahal kantor tersebut adalah milik Kementrian Pertanian dan merupakan Aset milik Negara.

Tak hanya  itu saja namun pada saat akan melakukan konfirmasi pihak Wartawan juga mengalami Intimidasi dan Ancaman dari security yang bertugas di Balai Pembenihan tersebut, dengan mengatakan akan ” MEMBACOK ” wartawan apabila melakukan Peliputan di Kantor Tersebut.

Bagi pihak Redaksi  Media dari Para Wartawan yang  terintimidasi tersebut  hal  pengacaman seperti ini sangat memalukan pihak Instansi Pemerintahan  dan hal ini harus cepat ditangani Aparat terkait dan pihak yang berwenang untuk menanganinya serta memberikan Tindakan tegas, mengingat para pegawai di Balai tersebut merupakan ASN ( Aparatur Sipil Negara ) yang seharusnya menjadi panutan dan contoh di tengah-tengah masyarakat dan Negara Republik Indonesia ini.

Tindakan tegas tersebut harus segera diambil Kementerian Aparatur Negara untuk mengatasi permasalahan tersebut, sehingga perbuatan atau sikap yang terkesan  arogan tersebut tidak berlanjut secara berkepanjangan.

Praktisi Hukum dan juga Tokoh Masyarakat Sumut Lamsiang Sitompul SH.MH terkait adanya informasi pengalcaman terhadap wartawan oleh petugas security  di Intasnsi  Pemerintah yakni di Kantor  Balai Besar Pembenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan ( BBPPTP) dengan  tegas Lamsiang mengatakan,

” Jika ada Wartawan mengalami Ancaman saat melakukan tugas fungsi Jurnalistik Segera Laporkan Ke Polisi karena diduga ini sudah melanggar Undang-undang PERS ” Ungkap Lamsiang dengan Tegasnya. (DS / Tim )