BS si Eksecutor di Door ,Otak Pelaku pelemparan Bus Sartika ES Dendam karena uangnya tak dikembalikan Toke,,

0
97

 POTRET INDONESIA NEW.COM MEDAN.III

Tak disangka  dendam lama  ES  terkait masalah  biaya perbaikan Bus milik  Tokenya  bernarga Manalu  yang sudah dua tahun ,membuat mantan supir Bus Sartika ini  begitu nekat menjadi otak pelaku kejahatan  atas pelemparan Bus Sartika  yang melintas diwilayah hukum Polres Batubara  dan mengakibatkan Tewasnya seorang  Penumpang  yang  hendak menuju pulang ke rumahnya.

Diketahui mantan supir ini melampiaskan dendam nya kepada pemilik Bus dengan pinjam tangan saudaranya  / Keponakannya bernama  Bonar Sinaga (27) yang juga diketahui berstatus supir ,dan dengan upah Rp.300 ribu membuat  Bona Sinaga nekat melempar batu ke Bus Sartika BK 7285 DP,.

Belakangan  diketahui  Keberingasan  Otak pelaku yang bernama Erikson Sianipar (37)  muncul karena ES mantan supir Bus Sartika ini  sudah habis uang sebesar Rp 5,7 juta untuk memperbaiki Mesin bus milik Marga Manalu yang pernah menjadi Tokenya ( Pemilik Bus yang tergabung  di Bus Sartika ) dan uangnya hanya di dicicil dan  belum semua dikembalikan oleh pemilik Bus malahan  ES dipecat lalu pindah kepada  Toke Bus Sartika yang lain sambil  membawa dendam dihatinya.

”  Saya sakit hati, bus itu sudah saya perbaiki malah saya dipecat pemilik bus. Untuk membalas sakit hati ini, saya suruh teman saya melempari bus itu pakai batu” aku otak pelaku dihadapan awak media pada Press releses  Ditkrimum Senin (09/05/2022).

Direktur  Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Pol. Tatan Dirsan Atmaja Sik yang didampingi oleh Kabid Humas, Kombes Pol. Hadi Wahyudi Sik dan Kasubdit III Jatanras Kompol Bayi .Sasaran dihadapan sejumlah media menjelaskan, yang melakukan pelemparan bus tersebut adalah Bonar Sinaga, atas suruhan Erikson Sianipar karena sakit hati dengan pemilik bus bernama Ratna Pasaribu yang  disebut  otak  pelaku suami pemilik Bus bermarga Manalu.

” Erikson Sianipar ini otak pelaku pelemparan batu ke Bus karena uang untuk perbaikan mobil sebesar Rp.5.700.000, tidak dikembalikan di saat ia masih menjadi supir milik Ratna Pasaribu / Manalu pada tahun 2020″  Ungkapnya.

Tatan menyebutkan, untuk membalas sakit hatinya ia menyuruh pelaku Bonar Sinaga untuk melakukan pelemparan batu ke kaca Bus tersebut, dengan bayaran Upah Rp.300 ribu namun karena Kasus ini memakan Korban Jiwa   ada  penumpang yang tewas ,ES pun memberikan  uang  lagi sebesar Rp.3000.000. Bonar Sinaga diduga untuk biaya melarikan diri  hingga setelah  BS  ditangkap yang lari keluar kota ES pun terpaksa diberi petugas tindakan tegas Terukur dibagian betis kanannya karena pelaku melakukan perlawanan saat diamankan  petugas.

” Kita menduga ini dendam pribadi antara pelaku dengan pemilik bus, jadi tidak ada kaitannya  dengan keamanan mudik maupun arus balik lebaran” Ucap Tatan  menanggapi berita sebelumnya  yang perlu di klarifikasi .

ES otak pelaku Kejahatan  mengucapkan rasa bersalahnya dan pelaku meminta maaf kepada keluarga korban. Dia mengaku tidak sengaja serta  siap menerima hukuman atas perbuatannya.

Pelaku Eksekutor pelemparan batu Bonar Sinaga kepada Kabid Humas saat ditanyak kenapa mau disuruh oleh ES melempar kan batu ke Bus Sartika  yang diketahui  milik marga Manalu, dan sasaran  nya Orang atau  mobil,,

” Sasarannya  mobil karena  Udak  ini bilang biar mereka tau rasanya merawat  mobil ” Jawab  Bonar Sinaga  terkait sasaran dan kenapa dia melempar mobil tersebut

” Atas perbuatannya, para pelaku terjerat pasal  355 ayat (2) subsidair Pasal 353 ayat (3) subsidair Pasal 351 ayat (3) dengan ancaman paling lama 15 tahun penjara,” Pungkas Mantan Kabid Humas ini mengakhiri keterangannya. ( Ds / Red)

Diketahui dari  beberapa  berita  yang beredar  bahwa terjadi pelemparan batu terhadap Bus Sartika  yang akibatnya  kaca Bus Sartika pecah hingga terdapat Seorang penumpang tewas.