Polsek Percut Sei Tuan amankan sepasang kekasih 2 Thn pacaran ,Karena Malu tega Menggugurkan Bayi usia 6 bulan hingga Tewas ,,

0
139

POTRET INDONESIA NEW.COM MEDAN.III

Polsek Percut Sei Tuan Polrestabes Medan  melaksanakan press releses  kasus pengguguran Orok Bayi hingga  mengakibatkan Bayi tersebut  meninggal  ,dimana Pemaparan ini dipimpin langsung  oleh Kapolsek Percut Sei tuan  Kompol  Agustiawan Sik yang didampingi Kanit Reskrim Iptu Bambang Nurmiono SH.MH  dan Kasi Humas Aiptu Basrah pada Rabu, (25/05/2022) siang ini.

Diterangkan Kapolsek kepada awak media terkait pengungkapan kasus aborsi ini petugas mengamankan Sepasang kekasih inisial  ” R dan N ” yang melakukan ABORSI  pada hari Sabtu (20/05/2022)  tkp Gang Tawon 2 dusun XVII desa sampali kec Percut Sei Tuan.

Diketahui identitas kedua pelaku yang berstatus hubungan pacaran  itu yakni Rony Rivaldi (22) ,Islam,Security Klinik Atlantis MMTC  ,warga pekan gebang  P.Brandan Kab.langkat yang berdomisili ngekost di Gang tawon 2 dusun 7 desa sampali Kec.Percut Sei tuan .dan Kekasihnya  bernama  : Nurhayati (20) ,Islam, tidak bekerja, warga  Gang tawon 2  Dsn 7 desa sampali kec .Percut Sei Tuan.

Kronologis terungkapnya kasus aborsi ini dimana pada hari Sabtu (21/05/2022) sekira pukul 13.00 Wib Personil unit reskrim menerima informasi dari masyarakat bahwa adanya sepasang kekasih yang melakukan ABORSI di Desa Sampali. Selanjutnya personil dipimpin Kanit reskrim Iptu Bambang Nurmiono SH MH mendatangi TKP dan benar ada kejadian tersebut serta mengamankan tersangka Roni Rivaldi.

Usai mengamankan Rony kemudian  personil melakukan pengembangan dan menemukan janin bayi yang sudah dikubur didepan rumah kost Rony Rivaldi dan memboyong mayat bayi ke RS Bhayangkara untuk di otopsi.

Lanjut kemudian  petugas mengamankan kekasih Roni Rivaldi yang bernama Nurhayati yang sedang dirawat  di RS Imelda dan selanjutnya membantarkan tersangka ( Ibu sang Orok Bayi ) ke RS Bhayangkara.

Setelah diintrograsi petugas  kedua pelaku mengaku telah 2 tahun menjalin hubungan pacaran  dan telah melakukan hubungan badan lebih dari 10 kali hingga mengakibatkan pelaku perempuan hamil sekitar  6 bulan.

Merasa takut dan malu pelaku laki laki menyarankan agar menggugurkan anak yang dikandung pacarnya tersebut, lalu pada hari Kamis (19/05/2022) pelaku membeli obat Pengugur janin melalui aplikasi online Shop dengan merk Cytotek 200 gr sebanyak 3 papan isi 10 buah dan kemudian diberikan untuk dikomsumsi pelaku perempuan mulai hari Jumat tanggal 20 Mei 2022 pukul 13.00 Wib sebanyak 2 kapsul dan berlanjut setiap 2 jam hingga obat tersebut habis.

Setelah Nurhayati memakan habis obat tersebut  pada hari Sabtu (21/05/2022) pukul 07.00 wib di TKP pelaku perempuan melahirkan anak Bayi yang berupa Orok  dikamar mandi dan Bayi itu sudah meninggal kemudian pelaku perempuan memberikan bayi itu  kepada pelaku laki laki dan selanjutnya ayah anak Bayi  itu menguburkan bayi tersebut di depan kost-kostsan.

Melihat  Kekasihnya  alami pendarahan akibat menggugurkan orok bayi tersebut  ,Pelaku pria pun membawa pacarnya ke Klinik Yeni yang berada di Jl Kemuning Desa sampali kec P.s Tuan,namun karena kondisi  sipelaku perempuan semakin parah , oleh klinik Yeni  Ibu si bayi dirujuk ke RS Imelda Medan untuk  mendapatkan perawatan medis.

Adapun  barang bukti yang  ditemukan petugas dilokasi kejadian 3 PAPAN/STRIP Bungkus OBAT CYTOTEC yang  berisi 10 tablet, 1 buah handuk warna coklat, i Bh Cangkul untuk mengubur Orok Bayi,1Bh Kendi dan 1 bungkus bunga rampai.

“Kedua tersangka  dijerat Pasal  348 ayat (1)  Yo Pasal 314 KUHPidana dan Pasal 75 ayat  (1) Undang-undang no.36 tahun  2009 (Undang-undang Kesehatan) dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. “Jelas Kapolsek mengakhiri keterangannya. ( Dms / Red)