Andre Saragih Sekdes Pantai Labu Buat LP ke Polresta DS,Minta para Pelaku Pengeroyokan atas dirinya di Tangkap,,

0
141

POTRET INDONESIA NEW.COM DELISERDANG.III

Nasib Andre  Saragih warga Desa  Pantai Labu Baru kecamatan Pantai Labu  yang  mengalami peristiwa penganiayaan dan pengeroyokan di kampung tempat dianya tinggal  masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian Polresta Deli Serdang.

Dimana kronologisnya korban bercerita bahwa  sore  itu Sabtu, 14 Mei 2022 sekitar pukul 14.30 wibAndre yang  saat kejadian  berstatus Sekretaris Desa Pantai labu Baru itu ditelepon oleh seseorang yang bernama  Akbar yang juga warga Desa Pantai Labu Baru, dimana Akbar sipenelepon menyuruh Andre dan temannya  Sofian  untuk  datang  kerumah  Iskandar di Jalan Benteng Sei kenang dusun 2 desa  Pantai labu Baru, dimana Iskandar yang diketahui korban  adalah  ketua Okp diKecamatan Pantai Labu,

Sesampainya dirumah Iskandar, Andre dan  temannya pun sedikit rada heran  melihat ada sekitar 12 orang pria menanti mereka dan terjadi lah argumentasi antara  Korban dan Terduga pelaku Irfandi Ford bersama teman-temannya.

” Saya ditelpon  ama si akbar siang itu untuk  menjumpai  Iskandar kerumahnya yang saya Iskandar itu Ketua OKP,,,,pak dan karena  merasa tak bersalah  kami pun kesanalah namun ternyata sepertinya kami dijebak pak,dimana  setelah  itu kami dipukuli  dan ternyata  si akbar yang nyuruh datang kerumah Iskandar tak ada disitu entah  kemana dia pak,,” Ungkap  Andre mengisahkan  kejadian yang dialaminya sore  itu.

Terkait penganiayaan yang dialami korban  dirumah Iskandar di Pantai Labu  kepada  awak media  saat diwawancarai dalam video wawancara korban  Andre saragih yang juga saat kejadian itu berstatus  Sekretaris Desa Pantai labu Baru menyatakan Keluh kesah nya :

“Jadi  pak salah satu luka  yang masih  tersisa saya alami  saat itu  diantaranya ini terdapat luka pemukulan  dikening saya kemaren  ini sempat luka Robek pak  dan dibagian kepala saya belakang terdapat memar dan bengkak serta dibagian bibir ini sempat pecah pak ” Sambil  menunjukkan bekas  luka dikeningnya dan bibir yang masih berbekas,

Bahkan kesaksian  Korban yang pernah mengalami  bekas Operasi  50 jahitan di bagian perutnya itu  tak luput dari amukan sepak terjang  para pengeroyok hingga  ianya terjatuh  dilokasi kejadian tersebut yang terjadi dihadapan 12 orang pria yang berada di tkp tepat  dihalaman rumah Iskandar

“Jadi kemudian  mereka juga sempat  melakukan penunjangan dibagian perut hingga saya jatuh  tersungkur ketanah pak,,,sebelumnya saya sampaikan informasi  bahwasanya  saya pernah  mengalami Operasi 50 jahitan  dibagian perut pak ,(Sambil  menunjukkan bekas jahitan Operasi  50 jahitan di perutnya) ,,jadi perut  ini ditunjang sampai  2 kali pak hingga saya harus  opname  2 minggu dirumah pak,,Keluh Korban menceritakan pengeroyokan yang dialaminya dirumah Iskandar saat itu.

Kembali  korban  menjelaskan bahwa  saksi  tkp pada saat terjadi pengeroyokan yakni penghuni rumah bernama skandar  yang  diketahuinya adalah salah seorang ketua OKP di Kecamatan Pantai Labu  memurut korban saksi tersebut  melihat langsung kejadian pemukulan terhadap dirinya.

“Saat itu saya dianiaya bahkan ditunjang  2 kali dibagian perut  hingga  jatuh tersungkur ke tanah didepan  penghuni rumah  itu yakni Iskandar yang  pada saat  itu Iskandar  berada disamping saya pak jadi itu adalah hal yang mustahil jika  dia menyatakan  tidak  melihat  kejadian  itu ,dia  hanya mengatakan ” Sudah -sudah ” tapi tidak Melakukan peleraian sedikit pun pak” Ungkap Andre aparat Sekdes korban  pengeroyokan.

Tak sampai disitu saja korban yang datang  bersama temannya  itu  kelokasi dianya dianiaya yakni rumah  Iskandar usai dikeroyok para pelaku,  karena tak tahan  dipukuli  korban langsung melarikan diri dari rumah  Iskandar  ,namun para pelaku masih  terus mengejar  korban bahkan  dikejar dengan ancungan balok  sambil  dimaki-maki  oleh  para pelaku pengeroyokan.

” Siap awak dipukuli pak,karena  tak tahan saya coba  melarikan diri namun  tetap aja dikejar ama mereka  sambil membawa  Balok kayu dengan mengeluarkan kata-kata makian cakap kotor Pak,,,” Keluh  korban  mengenang perilaku para pelaku  yang mengeroyoknya sore itu.

Tak senang diperlakukan  demikian  usai Pulih dari luka pukulan dan tunjangan  dibagian perutnya yang membuat korban  opname  dirumahnya selama hampir 2 minggu lamanya, akhirnya  korban  membuat  Laporan pengaduan ke SPKT POLRESTA DELI SERDANG  dimana Pada saat  kejadian korban uda terlebih  dahulu berobat  ke Klinik/ Puskesmas dipantai labu guna  kelengkapan  berkas pengaduannya.

Laporan  Korban  diterima oleh  Ka SPKT POLRESTA DELI SERDANG Kanit-II,,IPDA Ferry L M Siburian. Dengan  nomor  STTLP/ B/ 310/VI/ 2022/ SPKT/POLRESTA DELI SERDANG/ POLDA SUMUT. Sabtu (11/06/2022).dengan Terduga pelaku : Irfandi Ford dan kawan-kawannya.

Sebelumnya pihak  SPKT dan Piket Juper bersama Korban juga  Awak media pergi Tempat  perkara ( TKP) guna  memperjelas keterangan korban kepada pihak  kepolisian, Petugas SPKT dan Penyidik  tiba  dilokasi kejadian pada sore hari Sabtu itu juga di jalan Benteng Sei kenang dusun 2 desa Pantai labu Baru kecamatan Pantai Labu Deli Serdang.

Adapun  dilokasi kejadian  petugas  piket Reskrim bertemu  dengan  Penghuni rumah  yang bernama  Iskandar dimana  menurut keterangan korban, Iskandar  mengetahui hal kejadian pengeroyokan yang dialaminya dihalaman rumah Iskandar.

Namun  dengan  terkesan diiduga berdalih Iskandar  menyatakan  kepada petugas bahwasanya ia hanya mendengar percecokan antara  korban dengan Irfandi Ford  warga jaharun  B Kecamatan Galang yang datang  ke TKP  dengan  teman-temannya.

Tampaknya perihal adanya pemukulan atas korban  Iskandar  menyatakan tidak ada  melihat kejadian tersebut karena dianya katanya  duduk  membelakangin korban yang sedang  cekcok mulut dengan Irfandi Ford dan kawan-kawannya.

Kemudian Petugas  lanjut  menjumpai  Saksi yang melihat korban berlari dari rumah Iskandar bersama temannya saat dikejar-kejar oleh  para pelaku pengeroyokan tersebut.

Ditemui guna dimintai keterangan di tkp  ada beberapa orang  saksi yakni  Wagiono dan Yahya yang sehari-hari nya sebagai Pekerja SPSI Bongkar Muat yang  melihat  kejadian pengejaran terhadap korban  dan Pos SPSI itu tak jauh dari lokasi kejadian yakni rumah Iskandar.

Para saksi dari  pekerja SPSI  tersebut siap menjadi saksi karena memang  melihat kejadian pengajaran dengan memegang Balok terhadap korban dan temanya yang  berlari keluar dari rumah Iskandar  sambil  dikejar oleh para pelaku.

Usai meminta keterangan para saksi dari pekerja SPSI tersebut petugas pun kembali ke Mako POLRESTA DELI SERDANG guna melanjutkan pelaporan  Korban di SPKT POLRESTA DELI SERDANG.

Korban berharap para pelaku yang sudah mengeroyoknya itu segera ditangkap dan penghuni rumah tempat korban  dianiaya agar  dipanggil sebagai saksi guna dimintai keterangannya yang menurut korban  pasti Iskandar ada melihat kejadian tersebut sebab Iskandar dan korban duduk berdekatan saat kejadian tersebut terjadi atas dirinya.

” Saya  berharap para pelaku pengeroyokan yang mengeroyok saya  dirumah Iskandar agar segera dtangkap pihak kepolisian pak karena saya cukup  menderita karena  hal ini dan saya sebagai warga indonesia  yang  memiliki hak yang sama  didalam hukum ” Jelas Andre mengakhiri keterangannya.

Sampai berita ini dinaikkan  pihak  Pelapor masih menanti  tindakan selanjutnya dari Pihak kepolisian guna memanggil para  Terlapor dan Saksi penghuni rumah  tempat kejadian perkara tersebut terjadi. ( Ds / Team)