Pembenahan Pasar dikota Medan menuju digitalisasi guna meminimalisir resiko dilapangan,,

0
111

POTRET INDONESIA NEW.COM MEDAN.III

Tokoh Pedagang Rajendra Sitepu Ajak Seluruh Pihak Kolaborasi guna adanya Pembenahan Pasar Makin Maksimal

Pembenahan pasar tradisional di Kota Medan perlahan mulai memperlihatkan ke arah yang lebih baik dari sebelumnya dimana  pihak pengelolah mulai mengadakan pembaharuan secara bertahap.

Namun semuanya itu  diperlukan dukungan dan kolaborasi dari seluruh pihak agar pembenahan dapat berjalan lebih maksimal seperti yang dikehendaki  para pelaku pasar yakni para pedagang  dan pengelolah pasar.

Diketahui sejumlah  perbaikan infrastruktur di pasar-pasar yang merupakan bagian dari pembenahan telah rampung dikerjakan.

Teranyar pengerjaan penggantian talang di los II dan IV di Pasar Kwala Bekala dan penggantian talang serta pipa pembuangan di Pasar Helvetia, telah selesai dikerjakan.

Saat ini, sedang dalam pengerjaan penggantian talang di Pasar Padang Bulan dan pemasangan atap talang penghubung los di Pasar Kemiri.

Pengoptimalan ekosistem digitalisasi juga terus dilakukan oleh jajaran direksi PUD Pasar Medan di bawah kepemimpinan Dirut Suwarno. Seperti 9dilakukan bersama BNI 46 di Pasar Sei Sikambing.

Dirut bersama Assistant Vice President (AVP) BNI Titin Kartini menemui beberapa pedagang, sembari mengajak para pedagang beralih ke digitalisasi untuk pembayaran retribusi, dan transaksi elektronik lainnya. Sebab dengan digitalisasi akan mempermudah dan meminimalisir resiko yang ada.

Penyelesaian persoalan internal, seperti pembayaran THR yang tertunda juga sudah disalurkan. Hal ini membuktikan bahwa jajaran direksi PUD Pasar yakni Dirut Suwarno, Dirops Ismail Pardede, Dirkeu/Adm Fernando Napitupulu, dan Dirbang/SDM Imam Abdul Hadi, pelan tetapi pasti membenahi persoalan-persoalan yang ada di PUD Pasar.

Menurut tokoh pedagang Kota Medan Rajendra Sitepu kepada awak media, Minggu (26/6) mengatakan, capaian-capaian tersebut bisa terlaksana berkat adanya kolaborasi dari seluruh pihak terkait.

Karena itulah, tokoh pedagang ini mengajak untuk selalu memberi dukungan, saran dan masukan kepada para direksi agar dapat terus melakukan pembenahan.

Alhasil pasar yang bersih, asri, nyaman dan tertib seperti arahan bapak Wali Kota Medan Bobby Nasution, dapat terwujud, ungkapnya.

“Kalaupun ada saran dan kritikan, setidaknya didukung dengan adanya solusi. Supaya memang dapat menjadi pendorong agar membuat perubahan lebih baik lagi di pasar,” pungkas Rajendra Sitepu.

Masyarakat pada akhirnya mengharapkan perubahan  secara bertahap dari pengelolaan pasar-pasar tradisional menuju kepada sistem digitalisasi keuangan guna meminimalisir resiko dilapangan. ( Ds/ tim)