Gawat,,,diduga penjual minyak oplosan Praktek di sekitar jalan Lintas Medan-Martubung,,

0
83

POTRET INDONESIA NEW.COM MEDAN.III

 

Pihak pertamina gencar mendisiplinkan para pengusaha SPBU untuk menyalurkan BBM dengan baik dan benar kepada masyarakat  bahkan penyaluran BBM pun di awasi dengan  ketat agar tidak  terjadi Pengoplosan minyak  yang dapat  merugikan masyarakat pemakai BBM.

Namun lain halnya dengan  salah seorang warga berinisial RH  yang tinggal di kelurahan martubung Kecamatan Medan Labuhan Kota Madya Medan  Sumut ,yang  berdasarkan  Dumas diduga  menjual Minyak Bahan Bakar Oplosan  kepada para masyarakat pembeli BBM eceran/ ketengan yang berada di Jalan lintas Belawan KM 14 Martubung Medan.

Dalam  Investigasi awak media diketahui dari warga  bahwa Minyak Oplosan yang dibeli RH ini diduga berasal dari Tanjung Pura Langkat  yang mana  ini merupakan  minyak bakar dari hasil bumi  olahan masyarakat  dari minyak bumi  yang akhirnya  di oplos para pelaku penyaluran  minyak Oplosan menjadi bahan bakar kendaraan roda dua dan roda empat  yang membeli minyak eceran dan hal ini  sangat merugikan pemakai kendaraan  karena  tentunya dapat mengakibatkan kerusakan pada mesin kendaraannya sebab  diduga minyaknya tidak asli.

Guna memastikan hal ini  pantauan awak Media dilapangan,  Sabtu,  (23/7/2022,) sekira pukul 19.30 WIB saat menemui warga sekitar lokasi penjualan minyak oplosan itu  ada ditemukan keluhan warga  yang juga menjadi korban atas kerusakan sepeda motornya setelah membeli minyak oplosan tersebut.

Kepada awak  media  dalam wawancara dengan Nara sumber  seorang  pemuda berinisial  TT (19) warga kelurahan martubung  Medan Labuhan  mengatakan, adalah  benar sepeda motornya mengalami kerusakan setelah mengggunakan minyak oplosan tersebut dan terpaksa  diservice ke Bengkel hingga  mengeluarkan biaya perbaikan  yang tidak sedikit.

“Saya sebagai  warga  berharap kepada aparat penegak hukum (APH)  untuk menindak tegas pengedar dan penampung minyak oplosan yang jelas -jelas merugikan masyarakat,” Harap  TT kepada  pihak APH.

Menurut  TT   dan beberapa  warga  yang sempat ditemui menyatakan  bahwa  RH mengambil keuntungan pribadi dan memperkaya diri sendiri tanpa mementingkan kerusakan kendaraan si pembeli minyak Oplosan tersebut dan periu diambil  tindakan tegas.

“Biasanya,  pengantar  minyak Oplosan itu mengantarkan  ke RH dengan jerigen menggunakan sepeda motor, kurang lebih sekitar 10 jerigen. Per jerigennya berukuran 35 liter,  dengan harga 150 ribuan. Keuntungan RH atas penjualan minyak oplosan ini dua kalilipat dari modalnya Bang ,’Ungkap Nara sumber.

Dan herannya nara sumber  mengetahui  kabarnya  Minyak yang dibawa penyalur bewarna putih seperti warna minyak tanah / minyak bakar  lalu dicampur dengan cairan berwarna Kuning,  Biru dan Hijau kemudian dicampur menjadi minyak oplosan.

Pengoplosannya pertama dicampur dengan cairan salah satu warna dengan cara mengocokkan jerigennya, kemudian dicampur cairan warna lainnya hingga Merata.  Setelah itu dituang didalam botol Aqua ukuran besar.

Terlihat  dalam kemasan satu botol Aqua besar,  harga minyak dijual  Rp 10.000 dengan  ukuran 1 liter lebih dikit namun isi botol aqua yang dijual RH isinya lebih banyak dari minyak Pertamina di jual pedagang eceran lainnya.

Menyangkut keluhan  warga  awak media  mencoba konfirmasi  via ponsel  ke Kepala Lingkungan 1. Kampung Bahari Kelurahan Martubung, Khairi,,namun saat di konfirmasi awak media via Telepon WhatsApp terkait minyak oplosan Kepling  terkesan tidak  mengetahui  adanya  Praktek  jualan Minyak Oplosan dilingkungannya dan mengatakan tidak mengetahui hal tersebut

Herannya ketika ditanya tentang inisial RH sebagai Terduga  penjual minyak oplosan tersebut, Kepling merasa terkejut dan langsung menonaktipkan Ponsel  Selulernya.

Informasi lainnya dari masyarakat bahwa,  RH juga diduga sebagai distributor minyak oplosan untuk para pedagang minyak eceran disekitar lingkungannya , karena Di SPBU dilarang membeli minyak Pertalite dengan Jerigen namun  stok minyak diwarung RH tetap lancar disuplai oleh  sipenyalur.

Guna mendapatkan bukti akurat hal minyak oplosan yang dijual tersebut, salah satu Tim awak Media membeli sebotol minyak oplosan milik RH .  saat membuka tutup botol tersebut tidak terdapat aroma Uap Gas seperti milik pertamina,  dan aroma bau minyak oplosan mirip seperti  bau minyak tanah.

Harapan masyarakat  kiranya pelaku  bisnis pengeceran minyak oplosan tersebut  segeralah  diamankan oleh Aparat Penegak hukum guna menimbulkan efek jerah  bagi pelakunya. ( ZS).

Editor: Zulkarnaen/ DS