” A J “Wartawan media online alami Intimidasi dari Oknum Petugas saat peliputan di bandar setia ,,

0
46

POTRET INDONESIA NEW.COM MEDAN.III

Kembali terjadi  dugaan  pengintervensian terhadap  awak media  yang sedang  meliput  suatu  peristiwa  penangkapan  Terduga tersangka kasus Narkoba  di wilayah hukum Polrestabes Medan. Pada  Jumat, (26/08/2022).

Dari hasil  keterangan  awak media  ” A J ” kepada  Redaksi PI-NEW.COM melalui pembicaraan  WA  bahwa ada lima personil Polisi  mengaku dari Satres Narkoba Polrestabes Medan yang  diduga mengintimidasi dan mengintervensi Wartawan saat melakukan peliputan penangkapan dua orang Terduga  kasus Narkoba di Jl. Terusan, Desa Bandar Setia, Jumat (26/08/2022) sekitar pukur 20:30 Wib.

“saya  melihat  Polisi dari Satres Narkoba Polrestabes Medan melakukan penangkapan 2 orang kasus narkoba berinisial HE dan BA, seketika itu sebagai  Wartawan  saya  langsung melakukan liputan dan mengambil gambar serta Video untuk bahan berita.

Namu. setelah saya mendapat keterangan dan kedua tersangka yang kemudian diamankan ke dalam mobil mereka,, (polisi red) menghampiri saya untuk menghapus gambar dan vidio tersebut” kata Alam melalui pembicaraan WhatsApp kepada Redaksi.

Diceritakan alam kembali…. “Awas..awas……Hei HPnya  awas……awas jangan video-video…. “ Ucap  Wartawan Media Online  tersebut  sembari menirukan ucapan oknum polisi Polrestabes Medan itu dilokasi penangkapan tersebut.

Meskipun Wartawan yang sering meliput di unit berita kepolisian itu telah menerangkan identitasnya sebagai wartawan, namun oknum polisi Polrestabes Medan itu tidak menghiraukan perkataanya sehingga ia mendapat perlakuan yang kurang baik sebagai  Wartawan yang dilindungi Undang-undang PERS saat melaksanakan tugas peliputan berita/ peristiwa.

“Ada sekitar 5 orang yang mengkelilingi saya, dengan nada tinggi mereka bilang “hapus vidio itu, sini saya liat sini” kata Alam Menirukan lagi ucapakan polisi tersebut.

Karena kalah jumlah dan kalah suara Alam mengharuskan untuk memberikan HP miliknya kepada oknum polisi Polrestabes tersebut dan oknum tersebut  menghapus semua hasil liputannya pada saat itu.

“Merasa diri saya terancam, dengan terpaksa semua dihapus hingga diperiksa sedetail mungkin HP milik saya dan ketika mereka meninggalkan lokasi pun, saya juga diawasi mereka memastikan saya tidak mengeluarkan HP untuk merekam kembali, saya benar-benar tertekan dan tidak tahu apa modus mereka membuat seperti itu ke saya,”  Cerita  Alam  sebagai  Wartawan  yang seharusnya  mendapatkan  perlakuan  yang  baik pada saat tugas peliputan.

“Yang saya bingungnya, kenapa hanya saya saja mendapat perlakuan seperti itu, masyarakat juga ada yang memvideokan, namun mereka tidak disuruh hapus dan saya mendapat tekan terus untuk menghilangkan vidio itu”  Keluh  wartawan media Online itu .

Saat ditanyakan  hal kelanjutan peristiwa  pengintervensian  yang  dialaminya saat meliput berita ,awak media tersebut  bermaksud  akan melaporkan  hal ini ke Propam Poldasu  guna mendapatkan kepastian hukum yang  berlaku.

” Rencana hari senin saya akan melaporkan hal ini ke Propam Poldasu Bang ” Jawab  Alam  mengakhiri keterangannya.

Guna  mendapatkan  leeseimbangan berita terkait peristiwa  yang  dialami  awak media Online  ” AJ ” saat meliput tersebut, Redaksi  PI-NEW.COM mencoba mengkomfirmasi  lewat WA kepada Kasat Narkoba Polrestabes Medan  Kompol Rafles L.Marpaung Sik. pada Sabtu, (27/08/2022) sekira pukul 09.56 ,namun sampai berita ini dinaikkan Kasat Narkoba Polrestabes Medan belum  membalas Konfirmasi hanya dibaca ceklis 1 meskipun WA nya Online.( Team  / Red )