Sepak Terjang Sastrika Handayani sejak Menjabat Kades Lobu Rappa Disorot

0
87
illustrasi dan kades lama Sastrika (foto/ist)

* Warga mulai Pertanyakan Penggunaan Anggaran DD dan Bumdes

POTRETINDONEISANEW.com ASAHAN |||
Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di 89 Desa se-Kabupaten Asahan belum lama ini telah memberikan warna bagi warga setempat. Hal ini disebabkan adanya pergeseran kepemimpinan dari pejabat Kepala Desa Lama kepada pejabat Kades yang baru.

Seperti halnya di Kecamatan Aek Songsongan di Desa Lobu Rappa yang selama ini dipimpin Kades Sastrika Handayani kini tampuk kepemimpinan Kepala Desa dipimpin pejabat baru Toyip.

Namun,seiring bergesernya jabatan Kades Sastrika Handayani warga setempat mulai hangat membicarakan sepak terjang beliau saat 5 tahun menjabat Kades Lobu Rappa.

Sejumlah warga Lobu Rappa kepada wartawan baru-baru ini mengatakan bahwa sang Kades lama Sastrika Handayani konon khabarnya tidak menerima kekalahan beliau saat bertarung di Pilkades.

Menurut sejumlah warga tadi mereka menyambut dan merasa senang dengan terpilihnya Toyip menjadi Kades Lobu Rappa. Karena selama ini warga menilai pelayanan terhadap warga yang akan mengurus berbagai administrasi ke Kantor Desa tidak terlayani dengan baik. Bahkan,tambah warga sang Kades jarang masuk kantor dan perangkat desa didomisili kerabat sang Kades Sastrika sendiri.

Warga juga menyinggung dugaan adanya penyimpangan dalam penggunaan anggaran dana desa (DD) dan dana Bumdes atau anggaran Badan Usaha Milik Desa yang mana seyogyanya dana Bumdes tersebut merupakan usaha desa yang dikelola oleh Pemerintah Desa, dan berbadan hukum.

Namun anggaran dana Bumdes tersebut menurut sejumlah warga belum menyentuh kepada mereka sehingga warga merasa tidak puas dengan penggunaan anggaran dana Bumdes tersebut sehingga warga kecewa karena sejak kepemimpinan Sastrika Handayani kondisi Desa Lobu Rappa bukan semakin membaik.

Bahkan,kata warga tadi, sejak tahun 2018 hingga 2022 penggunaan dana Bumdes diduga tidak jelas peruntukkannya. Hal ini karena setiap warga yang akan meminjam anggaran Bumdes untuk usaha selalu dikatakan tidak ada uang alias belum cair.

Ucapan sejumlah warga tersebut juga diamini oleh Pega selaku BPD setempat.

Bahkan salah seorang warga mengatakan Kades Sastrika sempat sesumbar mengatakan bahwa dirinya telah melakukan serangan fajar dengan mengeluarkan anggaran untuk warga sebelum Pilkades sementara Toyip tidak namun mengapa Toyip yang menang, ujar warga tadi seolah-olah menirukan ucapan sang Kades Lama.

Sementara kasus lainnya yang mencuat dan menghangat dikalangan warga setempat terkait satu unit sepeda motor yang ditahan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Asahan pada Tahun 2019 yang diduga dijadikan barang bukti terkait dugaan tindak kejahatan.

Dan persoalan masih ditahannya satu unit sepeda motor yang khabarnya milik inventaris desa tersebut diharapkan kepada inspektorat dan instansi di Pemkab Asahan dapat mengusutnya.

Dengan mencuatnya beragam persoalan miring sejak kepemimpinan sang kades Sastrika Handayani warga berharap agar kedepannya dibawah kepemimpinan Toyip sebagai pemenang di Pilkades yang bakal memimpin Desa Lobu Rappa 5 tahun kedepan kondisi Desa Lobu Rappa dapat tertata dengan baik dan tidak lagi ada permasalahan yang akan menjadi perguncingan warga setempat.||| Adi P

 

 

 

Editor : Zul