Didampingi ayah kandungnya M wanita Korban pelecehan seksual minta Kepolisian amankan sipelaku BYNP demi hukum dan keadilan,,

0
59

POTRET INDONESIA NEW.COM MEDAN.III

Korban pelecehan seksual  yang ditangani penyidik Unit Pelayanan dan Perlindungan Anak (PPA) Sat Reskrim Polrestabes Medan inisial  M (26) warga Deliserdang  bersama ayah kandungnya daatang ke Polrestabes Medan menemui penyidik  Senin (14/11/2022)  dan melalui  Media Pers memohon kepada pihak kepolisian  agar segera menangkap pelakunya.

Pasalnya, terduga pelaku pelecehan seksual berinisial BYNP (27) yang diketahui  dari korban  saat peristiwa  itu adalah oknum pegawai honorer kantor Badan Pusat Statistik Sumut hingga Senin (14/11/2022) masih berkeliaran dan tak mau mempertanggung jawabkan perbuatan pelecehannya terhadap  korban.

Kepada wartawan melalui rekaman video dan wawancara , Senin (14/11/2022), korban pelecehan seksual berinisial M (26) menyebutkan, aksi pelecehan seksual yang dialaminya itu terjadi Jumat (26/8/2022) sekira pukul 18:00 di ruang sholat Lantai III Kantor Badan Pusat Statisik Jalan Asrama, Kelurahan Dwikora Kecamatan Medan Helvetia.Sumut.

“Awalnya setahu saya  jam tanganku  tertinggal di ruang sholat siang itu ,sehingga saya kembali ke ruang sholat untuk mencari jam tersebut,” ujar M kepada tim awak media.

Setelah dicari siang itu bersama teman kerja  lainnya ,ternyata jam tangan tersebut tidak ketemu sehingga korban bergegas turun dari lantai III. Namun, tambah korban, tiba-tiba dirinya bertemu kembali dengan terduga pelaku berinisial BYNP  yang usai jam  kerja pelakku berpura-pura membantu dan mengajak korban untuk mencari kembali jam tangan tersebut disore harinya usai pulang kerja. Korbanpun  menuruti keinginan pelaku apalagi korban tidak menaruh curiga dengan pelaku yang juga sama-sama bekerja sebagai pegawai honorer di Kantor BPS Sumut.

“Sesampainya di lantai III saat mencari jamku lagi  tiba-tiba dari belakang pelaku memasukkan kedua tanganya ke dalam baju dan merema-remas payudaraku hingga aku terkejut dan berontak melepaskan cengkraman pelaku,” cerita korban dengan mata berkaca-kaca.

Meski sudah berusaha melepaskan diri dari cengkraman, namun pelaku makin bringas menciumi korban, sementara korban tak berani berteriak karena takut terjadi hal-hal yang tak diinginkan, apalagi tidak ada orang lain di Lantai III Kantor BPS tersebut.

“Saya langsung lari ketakutan dan meninggalkan sepatu saya. Buru-buru saya pulang ke rumah dan menceritakan peristiwa ini kepada orangtuaku sambil menangis ” ujar korban.

Usai menceritakan peristiwa yang dialaminya tersebut, korban melaporkan peristiwa tersebut ke SPKT Polrestabes Medan sesuai dengan surat laporan pengaduan Nomor: STTLP/2746/VIII/2022/SPKT/Polrestabes Medan/Polda Sumut tertanggal 31 Agustus 2022 yang ditangani unit PPA..

“Sebelumnya saya berterima kasih kepada Bapak Kapolrestabes Medan dan Kanit PPA yang sudah menerima Laporan saya, meski setelah hampir 3 bulan kasus ini saya laporkan namun sampai sekarang pelaku pelecehan seksual itu masih berkeliaran dan belum ditangkap oleh pihak Kepolisian harapan saya pihak kepolisian dapat mengamankan sipelaku BYNP agar mempertanggung jawabkan perbuatannya yang sudah melecehkan saya ” Harap korban.

Kepada team awak media  orang tau kandung  korban  Ahmadi  (44) meminta  kepada Pihak kepolisian Polresbes Medan  agar serius mengungkap kasus pelaporan anak gadisnya  M yang menjadi korban pelecehan seksual  dari sipelaku.

” Saya Ahmadi  sebagai  ayah kandung korban meminta  dengan sangat  agar pihak kepolisian serius dan bekerja profesional  dalam  menangani pelaporan anak gadisku ini dan Kabarnya surat penangkapan  sudah  terbit ya tolong lah pak Polisi Tangkap lah sipelaku itu agar.kami bisa merasakan adanya kepastian hukum yang berkeadilan ” Ucap Ahmadi sambil merenungkan nasib anak gadisnya iu. (  Tim / Red )